Home / Berita Utama / Laka Lantas Berujung Korban Meninggal Dunia Lakukan Proses Diversi

Laka Lantas Berujung Korban Meninggal Dunia Lakukan Proses Diversi

DSC_0696

Tribratanewsbanjarnegara.com – Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Banjarnegara melakukan gelar diversi, Selasa (9/8/2016) terhadap kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan seorang pejalan kaki meninggal dunia di Desa Danaraja Kecamatan Purwonegoro Kabupaten Banjarnegara.

Kecelakaan berawal dari AA (16), seorang pelajar SMA yang mengendarai sepeda motor dari arah barat dengan kecepatan yang cukup tinggi saat hendak berangkat sekolah, Selasa (10/5/2016) pagi. Tiba-tiba datanglah Suwito (71) yang hendak menyeberang. Namun naas kecelakaanpun terjadi karena jarak AA yang sudah dekat dan tidak dapat terhindarkan lagi.

Suwito kemudian dibawa oleh warga setempat untuk mendapatkan perawatan medis di RS Emanuel. Setelah setengah jam mendapatkan perawatan medis, akhirnya Suwito meninggal dunia.

Akibat dari kelalaiannya, AA dikenakan Pasal 310 Ayat 4 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak 12 (duabelas)  juta rupiah.

Usia AA yang pada saat kejadian baru berusia 16 tahun maka dilakukan upaya diversi sesuai dengan UU RI No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dalam Pasal 7 Ayat 1 yang menyebutkan, “pada tingkat penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan perkara anak di pengadilan negeri wajib diupayakan diversi.”

Diversi dilakukan dengan mengundang instansi terkait seperti Kejaksaan Negeri Banjarnegara, Bapas Purwokerto, P2TP2A Kabupaten Banjarnegara, Kades Mandiraja, Kades Danaraja, Keluarga Korban dan Pelaku.

Hal ini bertujuan untuk mencapai perdamaian antara korban dan anak, menyelesaikan perkara anak diluar proses peradilan, menghindarkan anak dari perampasan kemerdekaan, mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dan menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak.

“Upaya Diversi merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh penyidik terhadap anak yang berhadapan dengan Hukum sesuai UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, diversi ini dilakukan untuk mencapai win win solution atau solusi terbaik untuk kedua belah pihak, dengan tujuan utama untuk mencapai perdamaian antara korban dan Anak, untuk menghindarkan anak dari masalah hukum”, jelas Kasat Lantas, AKP Ardhie Demastyo, SE melalui Kanit Laka Lantas, Iptu Aryanindita Bagas M, S.I.K

Selain itu, Marmin dari P2TP2A menjelaskan bahwa diversi dilakukan untuk menghindari dan menjauhkan anak dari proses peradilan sehingga dapat menghindari stigma terhadap anak yang berhadapan dengan hukum dan anak dapat kembali ke dalam lingkungan sosial secara wajar. Karena anak-anak masih memerlukan pendidikan.

Nurul Himmah dari Bapas Purwokerto menambahkan bahwa anak-anak wajib diupayakan diversi jika tindak pidana yang dilakukan anak diancam dengan pidana penjara di bawah 7 (tujuh) tahun dan bukan merupakan pengulangan tindak pidana. Hal ini untuk menyatakan Restoratif Justice atau Keadilan Restoratif untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula agar bisa melanjutkan sekolah dan hidupnya secara wajar.

CB476429-52EF-4EEB-AE91-E6174E1CD8A8

“Terima kasih atas partisipasi dari berbagai pihak dalam mencari jalan terbaik. Kami dari keluarga sudah ikhlas dan menerimanya. Kami (keluarga) berharap kepada AA dan keluarga dapat menjalin silaturahmi dengan baik karena desa kita juga sebelahan.”, Jelas Slamet Lahudin, Kadus Danaraja mewakili keluarga korban.

Setelah dilakukan proses diversi dan terwujudnya kesepakatan antara keluarga korban dan anak, diversi diakhiri dengan berjabat tangan dan foto bersama.

“Setelah dilakukan proses diversi, AA yang telah menyesali perbuatannya kemudian dikembalikan kepada orang tuanya. Dengan orang tua wajib untuk membina dan mengawasi AA untuk tidak mengulangi perbuatannya, dan hasil kesepakatan diversi ini akan kami sampaikan kepada pengadilan negeri banjarnegara untuk memperoleh penetapan dari pengadilan negeri banjarnegara.”, Jelas Kanit Laka.(a)

Baca Juga

Menjadi Irup di Sekolah, Polwan Semangati Siswa Untuk Raih Prestasi

Polwan Polres Banjarnegara menjadi Irup upacara pengibaran bendera di sekolah-sekolah, baik tingkat SMA, SMP, Sd …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *